Selamat datang di SATMABHARA

Cari tahu siapa kami yang hanya satu-satunya di Indonesia dan mungkin di dunia. Sebuah salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) kewiraan di Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Mitra kepolisian mengemban tanggung jawab mengabdi pada masyarakat.

STRUKTUR JABATAN

Suatu organisasi dapat berdiri dengan kokoh dengan pilar-pilar penyangga yaitu struktural jabatan yang kuat pula.

Kita muda, kita yang berkarya

Rubrik "Muda" berisi mengenai banyak artikel berhubungan dengan anak muda, karena kami SATMABHARA adalah mahasiswa yang sedang menimba ilmu di IST AKPRIND juga.

GOES TO SCHOOL

Sebagai salah satu pengabdian pada masyarakat, SATMABHARA memiliki agenda rutin untuk melakukan penyuluhan anti narkoba dan sex bebas di sekolah-sekolah di DIY.

Penerimaan Calon Anggota 2012

Kembangkan SOFTSKILLmu bersama kami. Bergabunglah dengan kami dan cari tahu apa saja yang akan kalian dapatkan di SATMABHARA.

Tampilkan postingan dengan label MUDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUDA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Dia 17 Tahun, Hypersex, dan Dia Bangga


Ku sapu baris obrolan di sisi kanan layar laptopku. Facebook, begitu mudah berhubungan dengan banyak orang dengan media ini. Bahkan mencari kenalan dari facebook sudah menjadi hal yang sangat lumrah bagi saya pribadi. Seperti biasa sebagai laki-laki normal, saya tertarik dengan nama-nama cewek yang terpampang rapih lengkap dengan foto profil kecil. Kadang karena terlalu banyak teman di akun saya, banyak sekali nama yang terpampang sedang online terindikasi dengan bulatan- bulatan hijau. Satu per satu nama saya klik dan ku coba untuk membuka percakapan.


Beberapa jendela obrolan terbuka hanya satu yang selalu bersuara, maka ku tutup yang lainnya. Tidak perlu banyak basa-basi karena sebenarnya tanpa harus ngobrol pun juga bisa saya korek informasi seseorang lewat akun facebooknya. Terpampang wajah muda di profilnya, benar saja ternyata masih anak SMA. Ketika ku tanya kelas berapa, jawabnya masih kelas 2 SMA, sedangkan saya sudah mulai menginjak semester 6. Tersadar bahwa kita berdua terapaut usia yang cukup jauh sekitar tiga tahun. Namun ketika ku tanya tahun lahir, dia menjawab 1996, APA 4 TAHUN?! 

Singkat kata kali ini percakapan berujung dengan saling tukar nomor handphone. Cukup mujur rasanya saya mendapatkan kenalan siang bolong seperti ini. Tapi kebimbangan menyeruap di pikiran saya. Lalu kalau sudah kenal mau ngapain? Apa cuma kenal-kenalan saja? Atau mau dilahap juga? Muka kinyis-kinyis seperti itu mana mungkin cocok untuk digandeng dan diakui sebagai pacar, lebih tepat kesannya seperti adik. Tapi saya yakin dari suatu perkenalan pasti ada maksud dan tujuan yang tersembunyi pula.

Anda mungkin akan bertanya-tanya bagaimana bisa saya mengetahui sisi tersensitif dari seorang wanita. Atau mungkin lebih tepatnya hal tabu yang selalu menjadi privasi bagi tiap manusia. Tetapi ketahuilah bahwa kita berhadapan dengan banyak sekali macam manusia. Dan ketika saya sangat menjaga privasi mereka dengan selalu menjaga tiap tutur kata yang saya ucapkan, ternyata lawan bicara malah lebih blak-blakan. Saat itulah saya sadar bahwa ternyata ada juga manusia seperti itu.

Dari usianya yang muda saya dapati jiwa yang sombong dan meremehkan orang lain, meremehkan saya. Perasaan ini aneh, diremehkan oleh anak SMA yang belum genap 17 tahun, dalam hal pengalaman seksual. Pernahkah Anda mengalaminya? Percayalah hal ini aneh dan sulit dipercaya karena saya berhadapan langsung dengan bobroknya pergaulan di kota pelajar yang sebelumnya hanya saya lihat di layar kaca. Kembali ke topik, masalah pengalaman seksual, Anda pasti bertanya-tanya apa yang ia sombongkan dari hal tersebut.
Namun sebelum blak-blakan masalah pengalamannya itu, ia mengawalinya dengan memberikan pengakuan bahwa sebenarnya ia sudah tidak perawan lagi. Pada awalnya saya iba padanya karena penyampaiannya pun sepertinya disertai kekecewaan dalam dirinya. Tapi ternyata tidak demikian, semakin jauh obrolan semakin dalam, mulailah saya dapatkan kejanggalan-kejanggalan. Ia mulai dengan cerita mengenai mantan pacarnya yang sudah mengambil hartanya itu, yang katanya terambil dengan paksa. Yang bener nih? Kok gak lapor polisi? Itu namanya pemerkosaan! Tapi katanya dia tidak berani untuk melapor, takut dengan ibunya, katanya.

Kemudian cerita berlanjut dengan pacarnya yang berikutnya. Persamaan dari mantan dan pacarya yang saat ini yaitu adalah sama-sama anak kuliahan. Nada kata-kata dalam smsnya kian semakin angkuh. Mungkin memang bangga dia bisa mendapatkan pacar yang jauh lebih tua darinya. Mengetahui praktek sex sebelum nikah tetap ia lakukan dengan pacarnya yang sekarang, membuat saya menyimpulkan bahwa tidak ada sedikitpun rasa menyesal ia telah melakukan hal tersebut. Bahkan lebih ektrim lagi saat ia mulai bercerita mengenai ukuran alat vital pacarnya dan mulai berbangga karenanya. Karena pembicaraan yang sudah semakin ngawur saya tanggapi seadanya saja dan sekenanya.

Kenyataan ini membuat saya mengelus dada dan geleng-geleng kepala. Pergaulan anak muda jaman sekarang memang sudah bobrok, kita semua tahu itu. Namun apakah kita akan memakluminya begitu saja dan pasrah mereka terseret arus jaman yang tidak jelas? Inilah peran kita semua untuk menyelamatkan mereka sebelum tenggelam lebih dalam lagi.
Kembali ke cerita. Semua perbuatan ada motivasi dan alasannya, saya juga tidak lupa untuk menanyakan mengapa ia selalu terobsesi mencari pacar jauh lebih tua. Alasanya memang logis, ia mencari seseorang yang bisa ngemong, memanjakan dan melindungi dirinya. Tetapi kenyataannya malah sebaliknya. Keheranan saya mencuat lagi dan menimbulkan prasangka-prasangka. Jangan-jangan hubungan sex itu sebagai bentuk rasa sayangnya untuk sang pacar. Sepertinya benar saja ketika saya lebih jauh mencari motif dari hubungan yang tak sehat itu. Ia sangat terobsesi dengan pacarnya karena telah menerimanya apa adanya. Tapi tunggu dulu.

Prasangka demi prasangka terus bermunculan. Rasanya seperti dibisiki oleh diri sendiri, jangan-jangan A, jangan-jangan B, atau mungkin C, kalau tidak saya sampaikan padanya bisa jadi beban moral nih. Lebih lanjut saya coba untuk menglarifikasi apa yang dia maksud menerima apa adanya itu.

Melihat koleksi foto di akun facebooknya memang parasnya biasa-biasa saja. Namun kesannya pendek dan sedikit gemuk. Pernah terjadi suatu obrolan saat saya menyinggung masalah tipe cowok yang dia impikan. Mulailah ia menjabarkannya secra detail, namun dari situ mencuatlah rasa ketidakpercayaan dirinya akan tubuhnya yang menurutnya kurang sempurna itu. Ia merasa sulit untuk mendapatkan pacar dengan keadaannya seperti itu, apalagi dia yang sudah tidak perawan. Sehingga ketika ada satu laki-laki yang dekat, secara gamblang ia utarakan kekurangannya itu. Dan saat si lelaki bersedia menjadi pacarnya, serta merta ia menganggap laki-laki itu menerimanya apa adanya. Kemudian sebagai suatu penghargaan kepada sang pujaan hati, ia rela melayani pasangannya itu. Sungguh suatu ironi.

Menemukan kebenaran itu saya rasa cukup untuk dapat menyimpulkan bahwa anak ini sudah terjebak dalam lubang yang nyaman. Bagaimanapun juga inilah alasan mengapa saya bisa menemukannya dalam keadaan seperti ini. Saya harus mengulurkan tali dan menariknya keluar. Masih segar dalam ingatan saya satu pesan singkat yang akhirnya saya kirimkan untuk berusaha menyadarkannya.

“Kamu belum genap 17 tahun, kamu belum tahu seberapa bobroknya pergaulan di luar rumahmu yang nyaman. Namun toh kamu sudah mencicipinya sedikit. Berhentilah, sebelum terlambat. Kamu tidak sadar sudah menjadi korban mahasiswa-mahasiswa hidung belang yang gila sex. Kamu pikir mereka menerimamu apa adanya? Tidak. Kamu tidak perlu mengutarakan bahwa kamu sudah tidak perawan pada tiap calon pacarmu. Ibarat melempar ikan asin di depan kucing. Pun dilahap juga dirimu akhirnya.”

Setelahnya, nada pesan singkat dari anak itu berubah drastis, menjadi ketakutan yang mendalam. Keangkuhannya berbalik seperti bumerang ketika ia sadar ia mengangkuhkan hal yang tak pantas. Aku tak tahu apa dia akan bunuh diri atau bertahan setelah membaca pesan singkatku tadi. Tapi jika ia bunuh diri akan menjadi beban saya lagi, bahkan bisa saja saya menajdi tersangkanya. Pada akhir dari pergolakan perasaan itu saya putuskan untuk menguatkannya kembali. Suatu kepuasan tersendiri bisa “menampar” seseorang dan menyadarkannya.

Minggu, 18 November 2012

Benih Harapan

Belalang pun sepertinya suntuk menunggu hari ini berlalu.
Gemuruh awan mendung terdengar dari kejauhan namun tak kunjung hujan.
Di atas kepalaku dedaunan menari,
tertiup angin yang tak membawa kabar seperti biasanya.
Termenung aku melihat belalang itu.
Tak banyak yang ku tahu darinya, tapi yang ku tahu mereka kini tak banyak.
Aku pun ikut suntuk.
Ku luruskan kaki yang tertekuk sejak tadi, ku ambil sebuah kerikil,
ku lempar pada belalang itu.
Melambung dan mendarat pada dahan,
sama sekali tak mendekati dimana sang belalang bersahaja.
Namun belalang itu tetap terbang, dan aku pun kini sendiri.

Tanganku terkulai lemas, telapaknya menengadah ke atas.
Kerut-kerutnya terisi tanah yang mengering.
Lantas ku alihkan pandangku ke kejauhan,
yang ku lihat hanya tanah tak berpenghuni.
Rumput-rumput liar mulai tumbuh disekitarnya,
sudah tak ada lagi yang bisa dituai.
Musim berganti, ku tak beranjak untuk mulai menebar benih.

Aku rindu hijau padi yang baru tumbuh.
Aku rindu bulir-bulir beras yang muncul dan kian menguning seiring hari berganti.
Aku rindu menarik tali-tali ini, yang terhubung dengan orang-orangan sawah,
dengan kostum yang kini tak jauh beda denganku.
Aku rindu duduk di gubuk kecil bersama anakku sepulang ia sekolah dulu.
Sama-sama menghabiskan waktu berbincang sambil menyantap
santapan siang buatan istriku.

Gemuruh kembali membuyarkan lamunan,
tetes air hujan mulai basahi tanah.
Basahi kerut-kerut tanganku, buat hatiku kian bimbang.
Aku tidak bisa lagi diam disini. Semua itu bukan milikku lagi,
semua itu harus ku relakan.
Ku biarkan semuanya jadi rupiah,
untuk membeli pendidikan bagi benih masa depan.
Engkau anakku kian beranjak dewasa,
kini berteman dengan dunia yang sarat arus globalisasi.
Akankah kau bertahan nak?
Akankah kau kembali dengan menyandang gelar sarjana?
Hanya engkaulah harapan ayah.

Andrianus Pandu S.
Kanit Penelitian.

Kamis, 15 November 2012

Terus kalau helmnya dah hilang gimana? Harus bilang WOW?

Ilustrasi pencurian helm.
Berita kehilangan kami laporkan dari kampus kita tercinta, IST AKPRIND. Rabu (14/11) kemarin telah terjadi praktik pencurian helm yang dahulu sempat marak terjadi. Secara kebetulan juga adalah Andriani Lestari yang juga calon anggota SATMABHARA ini yang mengalami kehilangan. Sebuah helm merk INK berwarna hitam raib ketika ditinggal begitu saja diatas motor tanpa dikunci. Berita kehilangan ini patut menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa jangan selalu merasa aman dengan tempat yang mungkin sudah sering kita kunjungi. Petugas yang berjaga pun tidak bisa serta merta disalahkan jika terjadi kehilangan seperti ini. Mereka pun tidak bisa mengawasi satu per satu kendaraan yang diparkir di tempat parkir. Lalu kalau sudah begini gimana dong? Harus bilang WOW? Mending kita simak tips dan trik berikut.

Selalu Waspada

Tentu saja harus selalu waspada, namun yang namanya manusia kalau tidak diingatkan juga pasti akan lalai. Selain itu kebiasaan kita yang waspada jika sudah mengalami suatu musibah membuat seakan-akan penyesalan datang selalu terlambat. Padahal kita bisa membuat penyesalan itu tidak pernah datang hanya dengan selalu waspada. Seperti yang dibilang Bang Napi itu tuh, WASDAPALAH!! Ehh waspadalah maksudnya. :-)

Fashion or Safety??
Helm sebagai salah satu alat pengaman dalam mengendarai sepeda motor dewasa ini hadir dengan model dan warna. Sehingga banyak merk helm yang meluncurkan tipe-tipe untuk memenuhi selera pasar. Helm dengan kriteria yang sangat lengkap dari segi keamanan, fitur dan model membuat helm jenis ini harganya relatif mahal. Oleh karena itu helm yang seperti inilah yang biasanya menjadi target operasi pencuri helm karena harga jualnya tidak turun terlalu jauh walaupun bekas.

Sekarang kembali ke diri kita sendiri. Ingin menginginkan helm dengan kriteria seperti apa? Tentunya standar keselamatan dari helm tetap harus diutamakan. Jika Anda memang tidak ingin direpotkan dengan masalah kehilangan helm, belilah helm yang tidak memancing tindak kejahatan karena harganya yang mahal namun standar keselamatan masih tetap terpenuhi. Jika Anda memang tipe orang yang fashionable, Anda tetap boleh kok beli helm yang mahal-mahal, lagian juga gak ada yang melarang, tetapi keamanan dari helm Anda menjadi tanggung jawab sendiri.

Lalu Kalau Helmnya Murah, jadi Gak Perlu Waspada?
Helm Admin yang hilang. Ada yang pernah
lihat helm ini rekan SATMABHARA?
Tentu saja tidak, kewaspadaan tetap menjadi hal yang paling utama supaya tindak kejahatan pencurian seperti ini bisa dicegah. Ini pun pengalaman dari admin sendiri yang juga tidak luput dari tindak kejahatan para pencuri helm ini. Helm milik admin seperi yang tampak pada gambar di samping, yang dikira sudah tidak mungkin dicuri, dicoba untuk ditinggal di parkiran suatu warnet di daerah Sapen. Namun apa daya, helm yang sudah bekas lecetnya dimana-mana, kotor dan sudah sobek bagian dalamnya, hilang dicuri dalam waktu yang tidak lebih dari lima menit saja. Jadi bagaimana menurut Anda?

Sumber
Foto tanda peringatan: lampung.tribunnews.com 
Foto helm BMC Doraemon: http://t0k0helm.multiply.com/
Foto ilustrasi pencurian helm: tribunnews.com

Sabtu, 10 November 2012

Lokakarya Kemitraan Polri dengan Masyarakat

"Membangun Karakter Generasi Muda Melalui Budaya Patuh Hukum Guna Memperkokoh Pilar Kebangsaan"
Walaupun peringatan momen besar dalam sejarah bangsa dan negara kita ini yaitu sumpah pemuda sudah lewat beberapa minggu yang lalu, namun kiranya semangat sempah pemuda tetap kita jaga. Dalam rangka sumpah pemuda itu juga, POLRI, khususnya DITBINMAS POLDA DIY menyelenggarakan lokakarya kemitraan polri dengan masyarakat pada tanggal 16 Oktober lalu. Mengusung tema pemuda masa lalu dan kini, lokakarya ini bertajuk "Membangun Karakter Generasi Muda Melalui Budaya Patuh Hukum Guna Memperkokoh Pilar Kebangsaan."

Anggota SATMABHARA sebelum lokakarya dimulai.
Lokakarya ini diikuti oleh banyak tamu undangan dari banyak elemen masyarakat, namun tentunya mayoritas undangan yaitu adalah pemuda. SATMABHARA sebagai salah satu mitra POLRI dalam tugas menciptakan dan membina keamanan dan ketertiban masyarakat ikut diundang dalam acara ini. Berjumlah empat anggota yang datang kami sedikit bisa berbangga karena selain SATMABHARA, undangan hanya berlaku untuk dua orang saja. Ditemani IPDA Sri Astuti yang kemudian bergabung dengan kami dalam satu meja, kami pun mengikuti acara lokakarya ini dengan seksama.

Acara yang diselenggarakan di Graha Sarina Vidi ini dibagi menjadi dua sesi dengan dua pembicara. Pembicara pertama yaitu adalah Muhammad Najib Azca dengan judul "Transformasi Pemuda Nusantara: Antara 'toksik', 'tonik' & 'agensi'!". Sesi kedua diisi oleh Dr. Rahmat Hidayat dengan judul "Pengembangan Karakter dengan Pendekatan Psikologi Perkembangan dan Ekologi Sosial". 

Dr. Rahmat Hidayat sedang mengisi sesi kedua.
Pada sesi pertama pembicara memaparkan mengapa pemuda itu penting dan dua paradoks pemuda saat ini yaitu pemuda sebagai 'toksik' (penyakit) sekaligus sebagai 'tonik' (kekuatan). Keduanya mengandung kebenaran sekaligus mengandung distorsi. Lebih lanjut pembicara memaparkan dengan lebih rinci mengenai pemuda sebagai toksik, tonik dan agensi. Secara umum memang pemuda seringkali menjadi sumber penyakit dan problem sosial serta sebagai sumber kekuatan destruktif di masyarakat, inilah yang dianggap pemuda sebagai toksik bagi pembicara. Kemudian disamping itu pemuda juga sebagai sumber kekuatan perubahan dan pembaharuan di masyarakat sekaligus sebagai kekuatan milenaris atau dengan kata lain sebagai "ratu adil" yang akan membawa tatanan baru yng membawa kebaikan, keadilan dan kesejahteraan semesta, inilah yang dianggap oleh pembicara yaitu pemuda sebagai tonik. Terakhir pembicara memaparkan pemuda sebagai agensi yaitu pemuda sebagai aktor sosial yang slalu berada dalam 'ketegangan' dengan kondisi, proses dan struktur sosialdi sekitarnya. Selain itu sebagai aktor sosial yang mencoba mengatasi kungkungan dan menjawab tantangan sosial yang melingkunginya degan menggunakan energi personal dan sosial yang dimiliki untuk mencapai cita-cita dan imajinasi personal/kolektif mereka.

Pada akhir pemaparannya, pembicara menyampaikan dua hal mengenai transformasi pemuda. Dengan adanya tiga fenomena tadi, kita semua harus berusaha untuk meminimalisasi potensi/destruktif pemuda, memaksimalisasi potensi tonik/konstruktif pemuda dan menggali serta mengoptimalisasi kapasitas agensi pemuda.

Suasana Lokakarya
Sesi kedua yang diisi oleh Dr. Rahmat Hidayat diawali dengan membandingkan keadaan pemuda Indonesia masa lalu dan saat ini. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa pemuda masa lalu selalu disibukkan dengan usaha-usaha mewujudkan kemerdekaan Indonesia dibandingkan dengan pemuda saat ini yang lebih banyak kabar miringnya. Selanjutnya pembicara menunjukkan data penelitian mengenai keadaan psikologis pemuda seperti data mengenai kepuasan hidup pemuda, malah psikososial, kesehatan mental dan masih banyak lagi. Data-data tersebut sebagai acuan mengapa banyak sekali permasalahan terkait dengan pemuda sebagai toksik/racun.

Setelah sesi kedua berakhir, dibukalah sesi tanya jawab. Beberapa penanya pun sempat mengkritisi acara pada siang itu. Satu dari penanya sangat menyayangkan bahwa pembicara tidak ada yang mewakili dari seorang pemuda sedangkan judul dari lokakarya siang itu langsung menyoroti mengenai karakter pemuda. Namun terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari lokakarya ini, patut diacungi jempol bahwa POLRI dapat menunjujjkan kepeduliannya pada karakter pemuda saat ini. Selain itu sangat penting menyuarakan suatu langkah untuk memperbaiki keadaan bangsa ini dengan ikut serta berpartisipasi membentuk atau menjadi pemuda yang berkarakter patuh hukum.
Corry Serong in Action !!

Oh iya sebelum admin menutup artkel ini, salah satu anggota SATMABHARA sempat unjuk gigi menghibur tamu undangan dengan suara emasnya. Yaitu adalah BRIMTU Corry Serong menyanyikan sebuah lagu "Karena Cinta" dalam sela istirahat saat itu.

Rabu, 07 November 2012

TRAINING OF TRAINER Penyuluh Anti Narkoba

PELAKSANAAN TRAINING OF TRAINER, PENYULUH ANTI NARKOBA KADER BHAYANGKARI, PELAJAR, MAHASISWA, PRAMUKA, KBPPP, KARANG TARUNA KOTA YOGYAKARTA

Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang mengawali acara pelatihan Sabtu (8/9) di Aula lantai III Polresta Yogyakarta. Tujuan dari pembentukan kader-kader ini yaitu diharapkan setelah mendapatkan pelatihan ini, dapat memberikan informasi serta cara pencegahan dan menangkal penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. Satuan Mahasiswa Bhayangkara sebagai unit kegiatan mahasiswa dibawah bimbingan Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta ikut diundang untuk menjadi peserta. Berikut ini adalah sedikit review materi yang didapatkan oleh peserta.

Latar belakang UU No. 35 Tahun 2009
Kompol Dodo Hendro Kusuma SIK
Pada kesempatan pelatihan ini Kompol Dodo Hendro Kusuma SIK selaku Kepala Satuan Narkoba Polresta memberikan paparan mengenai latar belakang UU No. 35 Tahun 2009 dibuat. Sangatlah jelas undang-undang ini membahas mengenai penyalahgunaan Narkoba. Lebih jauh lagi Kompol Dodo menekankan pada peserta mengenai pelanggaran-pelanggaran atas undang-undang tersebut dan kejahatan-kejahatan yang terjadi sudah tidak lagi lokal, melainkan sudah trans-nasional atau antar pulau bahkan kejahatan internasional.

Materi Perngertian Narkoba dan Aspek Hukumnya
Bripka Rudiarto
Pada awal materi yang diberikan, Bripka Rudiarto menyampaikan satu fakta. Tahun 60an Yogyakarta hanya sebagai kota transit peredaran narkoba ke Bali, namun setelah tahun 2000, Kota Yogyakarta sudah menjadi sumber dar Narkoba itu sendiri. Kemudian materi mengenai pengertian narkoba disampaikan secara seksama oleh beliau. Lebih jauh lagi Kompol Rudiarto menceritakan mengenai pengalamannya sendiri berkatian dengan salah satu narkoba, yaitu rokok. Walaupun beliau bukan perokok aktif namun lingkungan memaksanya untuk menjadi perokok pasif. Akhirnya pada suatu hari beliau terkena penyakit sinusitis. Dari pengalamannya ini penulis menyimpulkan bahwa pecandu narkoba jelas merugikan tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga merugikan orang lain.

Bahaya dan Dampak Narkoba
Aiptu Kardiyana
Materi ketiga ini mungkin adalah materi utama dalam pelatihan kader penyuluh anti narkoba. Dibawakan oleh Aiptu Kardiyana menyampaikan mengenai konsep acara yang dibuat berbeda yaitu dengan berbicara sebentar kemudian diselingi hiburan. Konsep acara ini adalah bentuk aplikasi cara berkomunikasi pada para pecandu narkoba yang notabene sulit untuk berkomunikasi. Selanjutnya beliau menyampaikan pada peserta supaya sabar dalam menghadapi dan berkomunikasi dengan pecandu narkoba.

Impian Jangan Hanya jadi Mimpi

Siang tadi (7/11) sebenarnya ada agenda pelatihan penyuluhan lalulintas dari POLDA. Namun dikarenakan memang dikemas tidak terlalu formal, anggota SATMABHARA dengan total tujuh anggota langsung datang ke SAMSAT kota Yogyakarta. Di sana kami disambut oleh AKBP Affandi yang kebetulan sedang berada di kantornya. Tanpa basa basi kami pun langsung mengutarakan maksud dan tujuan kami berkunjung. Walaupun agak seperti pendadakan bagi beliau, namun beliau dengan senang hati memberikan pengarahan kepada kami semua. Tetapi yang menarik bagi admin sendiri, pertemuan siang tadi itu malah seperti kuliah filsafat, bukan pelatihan penyuluhan lalulintas. Apa yang terjadi? Berikut adalah ringkasan singkat perbincangan siang tadi.

"Berkaryalah!"
Mengapa selalu yakin bahwa kita tidak bisa? Karya adalah suatu kebanggaan. Karya itu original dan bukan hanya copy-paste. Berkarya tidak selalu dengan hal-hal yang besar. Berkaryalah walaupun karya-karya yang kecil, nanti juga akan menjadi karya besar. Buatlah untuk dipamerkan pada pacarmu. Sesi "karya" ini adalah buah dari gagasan beliau yang selalu mengamati perkembangan karya-karya pemuda saat ini yang malas untuk menciptakan sesuatu yang baru dan cenderung berpura-pura.
"Seperti penyanyi-penyanyi saat ini, yang mungkin kalau diuji kemampuannya cuma bisa colok flashdisk dan nyanyi."
Beliau berpesan bahwa kita sebagai pemuda harus kreatif dan harus selalu menciptakan karya-karya yang baru dan original.

"Penyakit Indonesia"
"Penyakit orang Indonesia itu ada tiga: 1. Malas membaca, 2. Tidak bisa menulis, 3. Takut duduk di depan." tutur beliau dengan tenang namun membuat kami tercengang. Sudah jelas dalam sesi "Penyakit" ini beliau secara gamblang menyimpulkan pengamatannya pada pemuda dewasa ini.
"Jadi jangan sakit hati, jika ada diskon buku di Amplas sampai 50% namun orang-orang akan lebih banyak yang beli donat walaupun tidak didiskon." Pernyataan ini yang kembali membuat kami yang mendengarnya menjadi sadar betapa minat baca orang Indonesia masih sangat rendah. 
"Membaca kan gak selalu membaca tulisan kan?" Kemudian beliau berpesan pada kami untuk selalu berusaha memperluas wawasan dengan banyak-banyak membaca.

"Jangan Hanya Bermimpi"
Jangan melulu bermimpi dan bercita-cita. Kalau bermimpi terus kapan terwujudnya? Pada sesi ini beliau mengajak kami untuk mengubah mindset kita yang selalu terpaku pada impian kita namun kurang fokus pada apa yang kita kerjakan hari ini.
"Kalau bermimpi terus buat apa, yang terpenting itu adalah prestasi apa yang sudah saya lakukan hari ini?" tutur beliau. Kembali beliau mengingatkan kami untuk action! Kami ditantang beliau untuk melakukan suatu langkah nyata. Tidak hanya menantang, beliau juga mengarahkan kami semua, bahkan saat itu juga kami diberikan pandangan sangat jauh ke depan mengenai masa depan SATMABHARA esok.

Pada akhir "kuliah umum" tersebut kami dipinjamkan buku UU RI No. 22 Thn. 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan. Akan tetapi...
"Prinsipnya kalau dipinjami buku kemudian dikembalikan itu berarti goblok." kata beliau sembari tertawa kecil. Kami pun geli juga dengan pernyataan beliau, namun dibalik itu kami menyadari betapa pedulinya beliau ini dengan ilmu pengetahuan yang salah satunya dapat kita peroleh dengan membaca.

Minggu, 09 September 2012

Emailmu Itu Penting!!!



Bermula dari banyaknya teman-teman yang datang kepada saya untuk minta tolong membenarkan akun facebooknya atau yang lainnya, kini saya ingin memeberikan suatau informasi yang cukup penting mengenai pentingnya suatu akun email. Apa saja sih hal-hal yang menyangkut akun email tuh? kan akun email cuma buat kirim email. Sebenarnya lebih dari itu lho! Jadi simak baik-baik artikel ini jika kamu ingin terhindar dari kehilangan akun-akunmu yang lain dan menjadi korban cybercrime.

Private
Dalam dunia maya, atau yang kita sebut internet, email seperti nomor handphone. Bagaimana jika kamu dimintai nomor handphone oleh orang yang belum kamu kenal? Tentu saja akan berpikir dua kali karena sifat dari nomor telpon itu bagi kebanyakan orang sangat privat atau privasinya tinggi lah. Sama halnya dengan email, jika kamu masih belum menganggap emailmu itu private atau sangat besifat pribadi, mulailah untuk menganggapnya sebagai privasimu. Bagi yang sudah aktif menggunakan email ini seperti layanan sms pada handphone mungkin sudah menyadari hal ini. Bahkan ancaman yang datang akan lebih besar ketika kamu memberikan alamat emailmu daripada memberikan nomor handphonemu kepada orang yang belum kamu kenal. Kok bisa gitu??

Akun Basis
Bagi saya akun email adalah akun basis. Karena akun email yang kita buat secara langsung akan terhubung dengan semua akun jejaring sosial, jasa berbagi-pakai file, jasa SEO, bahkan akun Pay-pal dll selama kita mendaftar dengan email tersebut. Kehilangan akses dari satu jejaring sosial saja mungkin sudah bikin kita pusing, bagaimana kalau sudah kehilangan akses dari satu akun Pay-pal? Bisa dibayangkan jika kamu aktif belanja online dan tiba-tiba menyadari rekeningmu sudah dikuras oleh seseorang yang wujudnya saja tidak diketahui.

Selain itu jika ada suatu peringatan penting seperti adanya perangkat yang mencoba mengakses akun anda di facebook contohnya, maka akan ada pemberitahuan melalui emailmu. Facebook akan meminta verivikasi bahwa perangkat itu berbahaya atau tidak bagi kamu. Kalau kamu kehilangan akun emailmu pada saat-saat genting seperti ini, bisa dipastikan kamu bakal segera kehilangan akses dari facebookmu sendiri.

Usahakan Aktif
Satu kesalahan besar para penjelajah dunia internet yaitu tidak aktif menggunakan email yang sudah mereka buat. Akun email yang sudah dibuat kadang tidak digunakan dan jarang dibuka, alhasil jika tidak dibuka 3-4 bulan lamanya (tergantung kebijakan dari penyedia jasa email) akan dinonaktifkan oleh sang penyedia email. "Lah gak dipakai kok, ngapian diaktifin? Menuh-menuhin database aja!" kata google atau yahoo (misal). kalau tidak aktif gimana? ya kamu tidak punya email, jadi semua jejaring sosial dan web web dimana kamu punya akun dengan emailmu itu seperti balon diatas angin yang tidak diikat, terbang kesana kemari menunggu orang lain untuk menangkapnya.

Semoga dengan sedikit penjelasan dari saya, kalian dapat mengambil makna bahwa "wah email tu ternyata penting ya...". So keep your surf safe and secure..
Salam.

Foto: mjcoolz21.blogspot.com
Sumber: andrianusps.blogspot.com

HARAPAN


Harapan itu selalu indah, manusia akan selalu membutuhkan harapan, bahkan jika harapannya terwujud, akan muncul harapan-harapan yang lain, namun harapan itu seperti halnya ilusi, ada jika kau percaya ada, tidak ada jika kau percaya bahwa itu tak ada, harapan adalah anugerah terindah, karena kamu bisa memintanya setiap saat, kamu bisa mendapatkannya setiap saat, kapan saja dimana saja, cuma syaratnya cuma satu, kamu harus percaya bahwa harapan itu ada, harapan itu unik, bila harapan itu sebuah titik, maka akan ada titik lagi tak jauh dari titik harapan yang biasanya kita sebut dengan impian, tentu saja harapan dan impian itu berbeda, tetapi harapan dan impian mempunyai kesamaan, sama-sama indah, indahnya berbeda-beda, menurut pribadi manusia, walaupun di dalam pribadi manusia yang seadanya pun, harapan dan impian akan sangat indah. Harapan dan impian adalah suatu kombinasi yang ajaib, kedua hal itu bisa membuat suatu yang tak ada menjadi ada, yang ada menjadi tak ada, yang mustahil kemudian terjadi, yang tak kau percaya, kau menjadi percaya. Sepertinya tak akan ada lagi alasan untuk beranggapan bahwa sudah tak ada harapan lagi, harapan akan selalu ada, bahkan ketika kau harus menunggunya di jurang yang paling dalam dan gelap. Selamat mencoba untuk mendatangkan harapan anda sendiri dan mencoba untuk menggapai impian.

Kedewasaan


Suatu hari teman saya bertanya pada saya bagaimana supaya bisa menjadi dewasa. Setelah membaca pertanyaan yang dikirim dalam pesan singkat saya bengong, bingung juga. Karena jujur saya tidak tahu bagaimana caranya supaya bisa menjadi seorang yang dewasa. Namun tidak berhenti pada ketidak tahuan saya itu, saya langsung membuka searchengine GOOGLE untuk mencari apa arti dewasa itu sendiri. Kini setelah saya membaca-baca sedikit tentang artikel yang saya temukan, saya mencoba merangkumnya dan membahasnya menurut opini saya. Artinya saya juga membandingkannya dengan pengalaman saya tentang apa sih dewasa itu?

Dewasa menurut artinya saya bagi menjadi dua. Dewasa secara fisik dan psikis. Kita semua akan mengalami dewasa fisik secara alami dengan ditandai dengan masa pubertas.
Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual.
Nah setelah melalui pubertas itulah manusia dikatakan dewasa fisiknya.

Namun beda kasus dengan dewasa psikis atau dewasa kejiwaannya. Ketika kita dapat melihat secara langsung bagaimana fisik kita menjadi matang dan berubah bentuk, seseorang yang sudah dewasa kejiwaannya hanya dapat dirasakan saja perubahan-perubahan dalam dirinya.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita menyadari kalau kita sudah dewasa?
Menurut saya, kedewasaan juga bertahap seperti pertumbuhan kita.
Mulai kita masih bayi, balita, anak-anak, remaja, kemudian akhirnya menjadi dewasa. Pertumbuhannya pun akan seperti itu. Tetapi karena pada masa-masa ketika kita masih menjadi seorang bayi, balita dan anak-anak; kedewasaan tidak begitu dituntut maka kita dan orang lain pun tidak akan mempermasalahkannya. Lain halnya ketika kita sudah menjadi remaja dan akan menuju suatu kedewasaan (dikarenakan fisik kita sudah kian matang) maka kedewasaan secara psikis kita akan dituntut. Karena sangat tidak enak dipandang saat tubuh kita sudah menjadi dewasa namun kedewasaan kita masih seperti saat remaja. Maka diharapkan perkembangan antara dewasa fisik dan psikis itu berkembang secara bersamaan.
Tetapi perlu digarisbawahi kalau kedewasaan seseorang itu tidak tergantung pada usianya.

Kedewasaan yang saya rasakan begitu unik. Saya sendiri tidak tahu kapan saya telah menjadi dewasa. Mungkin kita bisa menyimpulkan kita sudah menjadi dewasa ketika menyadari hal itu. Mungkin anda mengalami hal-hal seperti ketika kawan anda atau seseorang disekitar anda mengatakan bahwa anda "berbeda". Hal itu disebabkan kedewasaan yang anda alami mengubah diri anda dalam segi cara/pola pikir, cara berbicara, sikap dan tentu masih banyak lainnya. Ketika semua itu terjadi pada anda, pasti kawan anda akan merasakan perbedaan pada diri anda dan berkata bahwa anda "berbeda" atau "telah berubah".

Cara lain untuk mengetahui bahwa diri anda sudah menjadi dewasa yaitu dengan melihat sekeliling anda. Sederhana saja, mungkin kita akan merasakan hidup kita berubah. Tetapi hidup tidak benar-benar berubah seperti yang anda sangka. Hanya cara pandang anda yang lebih dewasa akan membuat hidup ini tentu akan berbeda. Ketika dahulu anda menghadapi masalah dengan lebih banyak mengeluh, kini ketika cara pandang kita sudah dewasa maka anda akan menghadapi masalah dengan tegar, sigap mencari solusi dan tentu saja sedikit mengeluh.

Kembali pada pertanyaan kawan saya tadi, "Bagaimana caranya supaya bisa menjadi dewasa?"
Seseorang akan dewasa dengan sendirinya setelah banyak mendapatkan pengalaman dari berbagai peristiwa. Entah itu dengan ditempa masalah-masalah dalam kehidupan, mengalami kehilangan seseorang, mengalami kecelakaan dan masih banyak lagi. Banyak sekali cara Tuhan untuk membuat kita menjadi dewasa. Semua itu membuat kita akan melakukan introspeksi diri. Banyak menyadari kekurangan-kekurangan kita, sehingga muncul kemauan untuk mengubah kekurangan-kekurangan itu dengan memperbaiki sikap, gaya hidup, penghargaan akan orang lain dan lain-lain.

Terakhir, sampai saat ini saya hanya bisa menyimpulkan bahwa dewasa secara kejiwaan yaitu ketika seseorang:


  1. bertanggung jawab;
  2. cara/pola pikirnya rasional;
  3. menjadi lebih bijak;
  4. dapat mengendalikan emosinya;
  5. dapat berempati/tidak egois;
  6. lebih sabar;
  7. lebih rendah hati;


Mungkin masih banyak lagi hal-hal lain yang belum saya tuliskan menjadi ciri-ciri seseorang yang sudah dewasa. Jika mungkin anda masih bingung dengan suatu kedewasaan walaupun setelah membaca artikel ini, tidak apa-apa.
Karena menurut saya, kedewasaan yang dirasakan setiap orang itu berbeda. Sangat unik.

Foto: sulob.wordpress.com
Sumber: andrianusps.blogspot.com

Tumbuhkan Semangat Hidup


Sebenarnya apa sih makna hidup ini? apa sih tujuan hidup ini? Pertanyaan itu senantiasa keluar jika sudah penat rasanya menghadapi segala aktivitas sehari-hari yang memuakkan. Kita merasa jatuh pada suatu kotak dan berada di dalamnya, persis seperti katak dalam tempurung. Bukannya saya mengatakan anda 'gak gaul' atau kurang wawasan seperti katak yang tidak bisa melakukan apa-apa di dalam tmpurung yang terbalik. Tetapi tempurung itu bisa dikatakan juga sebagai rutinitas kita sehari-hari. Rutinitas sangat membosankan, rutinitas adalah segala sesuatu yang kita lakukan terus-menerus setiap hari dalam jangka waktu yang panjang. Jika sebagai pelajar kerap kali merasakan kejenuhan belajar di sekolah. Untuk para pegawai kantoran, tidak jauh beda kasusnya. Intinya merasakan kejenuhan dalam hidup ini. Jenuh hidup? Mati saja, tetapi bukan itu cara menyelesaikannya.
Dalam wacana ini saya ingin menyampaikan hal yang sangat penting, yaitu JANGAN PERNAH JENUH TERHADAP HIDUP ANDA. Kejenuhan dalam menjalani hidup yang penuh dengan rutinitas, tekanan, dan masalah dapat berakibat stres! Sebelum gelombang stres melanda anda pun pasti sudah ada tanda-tanda yang bisa anda perhatikan sebagai akibat dari kejenuhan anda, seperti: semangat yang menurun, turunnya kualitas hasil, turunnya kualitas hidup dan tentunya masih banyak lainnya. Hindarilah kejenuhan anda ini dengan sedikit memperhatikan asupan energi positif yang bisa anda masukkan ke dalam otak anda.

Curhatlah
Mulailah dengan membuat janji makan siang dengan rekan kerja. Makan siang seharusnya menjadi istirahat yang tepat dengan makanan yang lezat bersama teman untuk berbagi cerita. Walaupun waktu yang dirasa mungkin kurang, tetapi jangan hanya mengeluh saja. Buatlah acara makan siang dengan perbincangan yang enteng. Bisa juga berbagi cerita soal kerjaan, walaupun sering kali ada penolakan seperti ini contohnya: " please deh, jangan ngomongin soal kerjaan. that's enough!", tetapi sesungguhnya bisa berbagi keluh kesah dalam menjalankan pekerjaan anda dapat meringankan beban pikiran. Minimal anda sudah menceritakannya, dan ada yang mendengar. Lebih baik lagi jika ada solusi pemecahannya, apalagi dengan selingan-selinagn lucu seperti menyindir atasan yang galak bisa menimbulkan rasa yang menyenangkan dan tentu saja menghibur.

Manjakan Diri
Keselarasan keadaan jiwa dan raga dengan ukuran berat pekerjaan adalah sesuatu yang penting. Jika memang anda selalu menghadapi tekanan, masalah, atau hal yang lain yang menyiksa diri anda setiap harinya, saya ingatkan lagi pada anda supaya jangan mengeluh. Hidup ini tak bisa lepas dari adanya masalah yang selalu datang dan pergi. Terima pernyataan saya itu dan mulailah untuk mencoba membagi waktu untuk otak anda memikirkan masalah dan waktu untuk istirahat. Selain itu raga anda juga perlu istirahat. Maka mulai sekarang perhatikanlah waktu untuk anda bisa beristirahat. Tulis dalam jadwal anda dan mulailah juga untuk memikirkan bagaimana cara anda untuk menikmati saat-saat santai anda itu. Bisa dengan memanjakan diri anda, caranya? Terserah anda sendiri. Take ur time to relax.

Ingatlah
Jika memang kembali lagi rasa jenuh anda menghantui di sela-sela pekerjaan, maka selalu ingatlah untuk siapa anda melakukan semua ini. Untuk siapa? untuk apa? ingat-ingatlah kembali orang-orang yang anda cintai, ingatlah bahwa semua yang anda lakukan ini demi mereka. Minimal apa yang anda kerjakan sekarang ini untuk anda sendiri, atau juga untuk masa depan. Ingatlah ompian-impian anda saat pertama kali memutuskan untuk bekerja pada posisi anda sekarang ini. Dengan mengingat apa tujuan rutinitas ini anda lakukan, semangat yang dulu mati suri bisa berkobar kembali.

Motivasi
Ada banyak tokoh yang berperan dalam kehidupan ini. Ada banyak sosok yang menginspirasi jutaan manusia. Ada banyak lagu yang mengubah dunia. Ada banyak buku bestseller yang mengubah pandangan setiap insan. Ada banyak motivator yang berapi-api menyebarkan semangat. Ada banyak sekali kata-kata mutiara yang telah menyentuh hati yang terdalam.
Kenapa anda tidak mencari motivasi diri anda supaya bisa melakukan lebih, lebih, lebih, dan lebih lagi untuk hidup anda?

Ingat juga seluruh rutinitas itu adalah sesuatu yang menopang hidup anda. Anda bekerja untuk mendapat uang sehingga bisa menyukupi seluruh kehidupan anda dan keluarga kan? Jadi jangan sampai kejenuhan itu datang pada anda. Disinilah terbukti semangat dapat membuat anda tetap hidup.

Foto: gayahidup.plasa.msn.com
Sumber: andrianusps.blogspot.com